Stimulus Baru Rp 16,2 Triliun: Harapan Pemulihan Ekonomi Nasional Reuters
| Stimulus Baru Rp 16,2 Triliun: Harapan Pemulihan Ekonomi Nasional Reuters |
Pemerintah Indonesia telah meluncurkan paket stimulus ekonomi senilai Rp 16,23 triliun (sekitar US$ 989 juta) sebagai upaya mempercepat pemulihan ekonomi
Stimulus ini dirancang untuk menjaga laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal keempat tahun 2025 dan berlanjut ke 2026, dengan target pertumbuhan sekitar 5,2%
Beberapa poin utama dari stimulus ini meliputi:
-
Bantuan pangan berupa beras 10 kg untuk 18,3 juta rumah tangga.
-
Program cash for work untuk lebih dari 600.000 orang melalui proyek infrastruktur.
-
Pembebasan pajak penghasilan untuk pekerja sektor pariwisata.
-
Perpanjangan tarif pajak penghasilan UMKM sebesar 0,5% hingga 2029 (tidak dinaikkan menjadi 1% seperti yang direncanakan semula tahun 2026).
-
Program magang berbayar untuk 20.000 lulusan universitas.Diskon premi asuransi kecelakaan kerja sebanyak 50% untuk pengemudi ojek online dan sopir truk & jasa sejenis.
-
Program replanting (penanaman kembali) seluas 870.000 hektar untuk berbagai macam tanaman seperti tebu, kopi, kakao, kelapa, dan sebagainya, yang diperkirakan dapat menciptakan 1,6 juta lapangan kerja.
-
Dengan stimulus ini, pemerintah berharap target pertumbuhan 5,2% untuk tahun 2025 tetap tercapai meski terdapat tanda-tanda perlambatan ekonomi di kuartal ketiga.
-
Stimulus diperkirakan tidak akan berdampak negatif pada defisit anggaran, yang tetap diperkirakan sekitar 2,78% dari PDB.
Walau langkah ini positif, ada beberapa tantangan yang harus diatasi agar stimulus efektif:
-
Distribusi bantuan pangan dan program kerja harus merata ke daerah-daerah terpencil agar tidak memperlebar kesenjangan.
-
Pemerataan akses infrastruktur dan kesiapan administratif di daerah agar program bisa langsung berjalan.
-
Transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana agar manfaatnya nyata ke masyarakat.
-
Pemantauan dampak ekonomi, terutama di sektor yang paling terdampak seperti pariwisata dan transportasi informal.
Stimulus Rp 16,23 triliun ini merupakan langkah strategis pemerintah Indonesia menghadapi penurunan momentum ekonomi. Dengan program bantuan langsung, insentif, dan pemeliharaan tarif UMKM, diharapkan pertumbuhan tetap stabil dan manfaatnya akan terasa luas, terutama di tingkat masyarakat dan sektor yang terdampak paling keras.