DPR Disorot Publik Gara-Gara Tunjangan Rumah Fantastis
| DPR Disorot Publik Gara-Gara Tunjangan Rumah Fantastis |
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kembali menjadi sorotan setelah mencuat isu terkait tunjangan rumah anggota dewan yang dinilai terlalu besar. Kebijakan ini menuai kritik luas dari masyarakat karena dianggap tidak sejalan dengan kondisi ekonomi rakyat yang tengah sulit.
Tunjangan yang Dinilai Berlebihan
Berdasarkan laporan yang beredar, setiap anggota DPR menerima tunjangan rumah dengan nilai mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah per bulan. Angka fantastis ini memicu reaksi keras publik, terlebih ketika dibandingkan dengan upah minimum pekerja yang jauh lebih rendah.
“Ini jelas bentuk ketidakadilan. Rakyat masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar, sementara wakil rakyat hidup penuh fasilitas,” ujar seorang pengamat politik.
Kritik terhadap DPR tidak hanya datang dari aktivis dan akademisi, tetapi juga dari masyarakat luas melalui aksi unjuk rasa di sejumlah daerah. Media sosial pun dipenuhi komentar pedas yang menuntut evaluasi dan transparansi anggaran.
Menanggapi sorotan ini, beberapa anggota DPR menyatakan kesediaannya untuk melakukan evaluasi tunjangan rumah. Namun, sebagian lainnya berpendapat bahwa fasilitas tersebut wajar sebagai penunjang kinerja. Hal ini memunculkan perdebatan internal di kalangan legislatif.